RSS

Dentang sang Waktu Berlalu Diri Terbuai Kepalsuan nan Samar

15 Mar

detik demi detik
menit demi menit
jam demi jam
hari demi hari

dentang sang waktu terus berlalu
diri ini masih terbuai kepalsuan
terlena alunan nikmat yang samar
tercengkram jerat keduniawian

tak terasa… tak terkira… tak tersadari
tubuhku semakin keropos semakin rapuh
perjalananku masihlah sangat panjang
bahkan belum kumulai suatupun saat ini

sementara waktuku semakin menjelang
umurku semakin pendek dan singkat
Malaikat maut terus menunggu dengan sabarnya
wahai daku insan hina tak tahu diri

mari kita persiapkan jalan
jalan kembali padaNya… Illahi Roobi
Salam Sayang dari si tua renta
Botol Kosong hina dan papa

Malam ini kuterduduk dan tersimpuuuh… menangiiiis sedih… dalam penyerahan diri yang lemah tiada daya dan upaya… berfikir akan sang waktu yang terasa begitu cepatnya  berlalu… serasa belumlah lama ku kecil… sekarang ku dewasa… entah berapa lama lagi malaikat kan menjemputku…

Dari ruangan sebelah terdengar syahdu alunan sebuah lagu :  * andai kutahu… kapan tibaaa ajaaalkuu…………..*

Salam Sayang

Salam Taklim

Salam Sejati…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15/03/2013 in Renungan

 

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: