RSS

Habis Gelap Terbitlah Terang

15 Mar

 

Malam semakin sepi mencekam dingin menusuk tulang
Saat ini ku duduk termenung sendiri dalam kesepian
Hanya bertemankan jerit dan tangis batinku meronta
Entah kenapa RASA itu tiba tiba datang menghampiri

Kucoba merenungkan sang diri bodoh dan tolol
Apa yang terjadi dan apa yang sebenar maunya
Suka duka silih berganti telah kulalui dalam perjalanan
Tawa canda dan tangisanpun selalui mewarnai kehidupan

Tapi apa… apa sebenarnya yang kucari ?… Entahlah !!
Kuraih harta duniawi tapi jawabnya pelan… Entahlah !!
Kucari dalam kenikmatan duniawi dia menangis dan berkata lirih.. Entahlah !!
Kucari kedudukan kehormatan dia tetap tertegun dan berbisik… Entahlah !!

Kucoba masuk lebih dalam untuk bertanya pada sang diri
Dia masih terdiam membisu menutup rapat rapat
Dia masih bungkam seribu bahasa tiada kata dan suara
Sampai satu ketika dia berbisik sungguh pelan… Bukan… bukan itu..

Akhirnya kuterdiam kembali dan mencoba berpikir lebih jernih
Burung burung di udara Tuhan selalu pelihara
Tumbuh tumbuhan hijau Tuhan rawat dengan baik
Binatang binatang laut darat Tuhan beri kehidupan

Jodoh, takdir, rejeki sudah tertulis dari awal dan dijaminNYA
Kenapa aku harus khawatir lagi akan dunia dan tuntutannya
Semua sudah tertulis tinggal kita lalui saja dalam syukur nikmat
Apakah bisa dilalui dengan kedamaian atau kegalauan melanda

Bodohnya aku… kenapa kuharus meminta akan dunia yang sudah dijaminNya
Tololnya aku selalu memaksakan kehendakku dalam permohonanku tanpa mencoba mengikuti kehendakNYA
Mengapa aku belum bisa memasrahkan segala sesuatu padaNYA tanpa mulut ini diam
Sungguh tak kusadari aku bertuhankan ego dan duniaku sendiri

Selama ini… selalu dan selalu tiada takut apalagi rasa malu
Kupaksakan keinginanku… harapan dan kemauanku padaMU
Kuminta yang enak enak menurut keinginan mata dan anganku
Kumohon yang nikmat nikmat menurut hasrat meraja dan nafsuku

Ketika kesenangan itu diberikanNYA padaku…
Aku pura pura berterimakasih dan bersyukur
Ketika ditolakNYA keinginan dan kemauanku
Aku menangis duh Gusti kieu kieu teuing… *teerlaaluuu..*

Ternyata bukan… bukan itu yang Kumauuuuu..
Sang diri akhirnya berkata dengan tegas dan keraaas
Bukan itu yang kuingini dan selalu kudambakan
Semua hanya membuatKu menangis sedih dan pilu

Kesejatian yang kuingini dan selalu kudambakan setiap saat
Ingat itulah tujuanku turun kemuka bumi melalui rahim ibu
Mohonkan kesejatian minta dengan kesungguhan dan rasa tak berdaya
Hanya itu hanya itulah tujuanku.. menemukan kembali jalan pulang

Akal pikiran yang jernih dan hati nurani yang bersih
Gunakanlah sebaik baiknya untuk mencipta di sini
Berkarya demi maslahat seluruh saudara saudaramu
Jangan kotori lagi niat suci.. putih dan bersih..

Masuk masuklah dalam kesucian
Sucikan hatimu murnikan nuranimu
Kuatkan tekadmu tegaskan semangatmu
Sampai satu saat engkau bertemu dengan yang kudamba

Akhirnya kutersadar dari lamunanku yang panjang
Kulihat kopiku habis dan rokokpun tiada bersisa
Sementara sang diri telah berhenti berbisik manja
Diam kutersenyum kucoba menatap esok lebih baik…

Berdamai dengan diri melihat dunia menjadi Indah menawan
Berbagi Kasih Sympathi dan Empathy tuk sesama manusia
Hidup Jujur mengalirkan Kasih Sayang Semesta Raya
Peduli dan Mengayomi mereka yang sedang menderita

Habis Gelap Terbitlah Terang.. Terang menerangi Alam Semesta
Hidup dalam DIAM TAPA NGRAME.. SEPI ing PAMRIH RAME ing GAWE
Memayu Hayuning Bawono menebar KASIH SEMESTA
Salam Hening di dalam HeningNYA.. DIAM dalam DIAMNYA..

Merdekaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!…………..
Salam KASIH SEJATI

Kelompok Peduli Sesama Harapan Bangsa < Kang Boed>

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15/03/2013 in Kesadaran

 

Tag: , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: