RSS

Perjalanan Pemurnian Jiwa dan Kesadaran Diri Manusia

24 Mar

Apalah artinya ibadah lahiriah jika tidak menembus batiniah ???.. Artinya ibadah kita hanya akan menjadi kesombongan saja dan tak menghasilkan perbaikan batiniah dan tak merubah budi pekerti kita.. Akhirnya ibadah hanya menjadi tembok yang kokoh tempat bersembunyi dan menghasilkan segala macam bentuk keduniawian… Karena ibadah haruslah tumbuh dari dalam hati.. karena penyembahan tanpa CINTA menjadi sesuatu hal yang tiada artinya

Ibadah bukanlah sekedar penyembahan formalitas kosong belaka.. tetapi harus dijiwai dengan CINTA atau IMAN… bukan hanya sekedar percaya saja.. tetapi satu pemujaan CINTA dari seorang hamba.. hamba yang baik ialah hamba yang menyadari kehina papaannya.. kefakirannya.. hamba yang merasa cukup dengan tuannya.. hamba yang benar benar menyerahkan diri bulat bulat untuk Tuan yang di CINTAinya dengan sepenuh jiwa raganya.. hamba.. yayaya.. hamba yang benar benar setia..

Kesadaran lahiriah meliputi akal fikir, akal budi, rasa perasaan
Sesungguhnya masih di wilayah isi kepala dan otak sajalah..
Gambaran dari nafs al-ammarah, lawammah, sufiyah….

Berputar terus seperti roda kadang diatas kadang dibawah…
Saat sehat tanpa beban dia diatas seolah olah merasa paling
Saat sakit berbeban berat dia dibawah dalam kungkungan amarah…

Keledai dungu tidak akan jatuh pada lubang yang sama untuk dua kali
Hanya manusia pintar saja yang selalu terjatuh pada lubang yang sama
Itulah gambaran manusia yang terkungkung kesadaran lahiriah belaka

Tembok keegoan, ilmu, pengetahuan, ibadah, keakuan merasa rasa
Nabi Muhammad mengajarkan Jihad filsabilillah perang sesungguhnya
Menghancurkan tembok dinding yang terbentuk di dalam diri sendiri

Satu dinding tebal yang membatasi kesadaran lahir dan bathin
Tiada seorangpun kan mampu mengikis apalagi menghancurkannya
Benar sesungguhnya tiada yg dapat merobohkan tembok berlin kedirian

Hanya saat menyadari arti La Hwalla walla quwata illa billa
Berserah dalam tangis sujud kepasrahan dan penyerahan diri total
Konsisten dirikan malam dalam tangis sujud syukur kepada Sahabat

Tembok terkikis  hancur sedikit demi sedikit tanpa diri merasa berbuat
Tumbuhlah kesadaran batiniah hadiah anugerah Yang Maha Bathin
Bagaikan matahari mulai bersinar sedikit demi sedikit di kegelapan

Jiwa Tenang modal melangkah kesadaran batin bertemu Yg Maha Batin
Tumbuhlah benih CINTA.. benih IMAN.. benih TAUHID.. di dalam HATI
Benih ini harus diberi makan dan dipupuk supaya benih itu bertumbuh

Bertumbuh melalui proses pemurnian cinta, pemurnian iman & tauhid
Dalam perjalanan  lurus shiratal mustakim mencapai kebenaran hakiki
Berbekal Akhlakul Karimah mengemban spirit Rahmatan Lil Allamin

Hmm.. sebuah gambaran perjalanan sebuah kesadaran.. di mana awal selalu manusia mengandalkan akal pikiran dan logika semata.. bahkan banyak yang mencoba melangkah dalam pertempuran JIHAD filsabilillah menghancurkan tembok dan dinding yang tebal dengan mengandalkan kekuatan dirinya.. hahaha.. tiadalah manusia yang akan mampu.. saat dirinya kuat dan sedikit masalah mereka keluar sebagai pemenangnya.. tetapi sebaliknya jika diri sedang lemah dan masalah sedang banyak maka kalahlah kembali dalam peperangan melainkan hanya dikuasai oleh ammarahnya saja..

Tembok pembatas kesadaran Lahiriah dan kesadaran Bathiniah ini hanya bisa dirubuhkan jika kita sungguh sungguh berserah diri total kepadaNYA dalam tiket La Hwalla Walla Quwata Illa Billa.. menyerahkan sepenuh diri kedalam tanganNYA.. menyerahkan semua kekotoran dan keburukan kita.. dan memohonkan kepadaNYA sebaik baik tuntunanNYA.. menghidupkan malam dalam tangis sujud syukur tiada putus.. konsisten.. perbanyak mengingat Allah meliputi jalan duduk gerak dan diam..

NANTIKAN DIA “ALLAH” BEKERJA DAHSYAT TANPA KITA BERUSAHA MELAKUKANNYA… selama masih berusaha.. selama masih merasa mampu.. maka YANG MAHA MAMPU tidak akan bekerja… SERAHKAN DIRI TOTAL.. inilah aku meliputi tubuh jiwa dan ruhku kukembalikan kepadaMU selanjutnya bentuk aku sesuai kehendakMU.. innalillahi wa’inaillaihrojiun.. ALFATIHAH.. subhanalllaaaaah.. pupuk dalam rasa ingat dan tangis syukur.. maka DIA MEMBUNGKUS dengan SIFAT dan PERBUATANNYA tanpa diri sadar.. JIWA TENANG dalam pelukan CINTANYA.. inilah Manusia seutuhnya meliputi lahir dan bathin.. wallahuaaalllllaaaaaaam..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24/03/2013 in Kesadaran

 

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: