RSS

Arus Individualitas yang Tinggi

07 Apr

Hahahahaha.. membaca tulisan saudaraku Gus7.. Bani Mustajab.. sungguh membuat saya tersentuh dan semakin bersedih melihat keadaan kita saat ini.. ketika arus Individualitas yang Tinggi menerpa bangsa kita.. ketika SENSE of CRISIS mulai memudar.. SENSE of BELONGING mulai tiada..

Sesungguhnya inilah tanda tanda kehancuran yang sangat nyata.. jujur.. tulisan sahabatku ini sangat mengejutkan.. dan semakin membuka mata saya.. bagaimana kita mau bebenah diri kita masing masing.. bagaimana kita dapat mengambil HIKMAH dari semuanya.. karena ternyata SENSE of CRISIS dan SENSE of BELONGING sudah memudar tadi.. hahaha..

Entahlaaaah.. dengan arus Individualitas yang Tinggi.. akan di bawa kemana negara dan bangsa ini.. selama bencana ini belum menimpa dirinya.. akankah membuat sang diri untuk berfikir dan mulai bebenah diri menarik hikmah dari semuanya.. dari perjalanan catatan kelam negeri ini.. inilah kutipan dari sebagian tulisan sahabatku.. dan jika mau membaca lengkap silahkan kesini.. ke rumah sahabatku..

—888—

KangBoed

Dan apakah kita benar-benar menangis?
Setiap mendengar musibah dan bencana?
Lalu kita berempati dengan derita mereka?
Atau mencoba merasakan kepedihan mereka?.

Mengapa kita harus menangis?
Dan mengapa kita harus segera berbenah diri?
Mencoba memperbaiki diri kita
Kalau-kalau musibah itu menimpa diri kita.

KangBoed

Ternyata kita hanya benar-benar menangis
Ketika musibah datang menimpa diri kita sendiri
Keluarga kita sendiri dan kerabat kita sendiri
Dan hanya sedikit menangis untuk yang lain.

Kalaupun kita benar-benar menangis
Itu lebih disebabkan musibah tersebut
Menimpa diri kita sendiri
Dan keluarga kita sendiri

KangBoed

Hanya ini duka mendalam yang dapat saya tuliskan
Untuk saudara-saudaraku yang terkena musibah bencana alam
Di Sumatera Barat dan sekitarnya
Innalillahi wa innailaihi rojiun
Allahumma firlahum warhamhum waafihi wafuanhum…
Semoga Allah SWT menerima amal ibadah mereka yang meninggal
Dan memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan
Dan semoga dapat diambil hikmah dari musibah ini
Amin Ya Robbal alamin.

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
(Q.S Al Insyiraah: 5-6)

BaNi MusTajaB

—888—

hmm.. bagaimana kita mau menangis.. apalagi bebenah diri kita masing masing.. jika ini adalah jaman edan.. maka siap yang tidak edan tidak akan kebagian.. tetapi lebih baik yang hidup ELING dan WASPADA.. yayaya.. hidup Eling dalam KESADARAN dan Waspada dalam mengambil hikmah.. bebenah diri demi kebaikan.. mensucikan diri menggapai kedekatan ILLAHI.. membentuk kembali kebersamaan dalam CINTA dan KASIH SAYANG..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 07/04/2013 in Renungan

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: